Pada tulisan kali ini saya akan berbagi cerita dari pendakian gunung prau yang berada di daerah Wonosobo Jawa Tengah.
Cerita dimulai ketika saya
bersama teman-teman melakukan pendakian ke gunung tersebut beberapa waktu lalu.
Sebanyak 11 orang teman saya ikut dalam pendakian gunung prau. Terdiri dari 8 pria dan 3 wanita. Memulai pemberangkatan dari Jakarta menggunakan Bbis umum pada Jumat malam sekitar pukul 19.00
WIB. Ini sebenarnya waktu pemberangkatan sangat mepet. Padahal target kami
Sabtu pagi sudah harus melakukan pendakian.
Kira-kira pukul 07.00
WIB rombongan kami tiba di terminal wonosobo. Terlebih dahulu mampir ke rumah
Guide untuk istirahat. Perjalanan kami dari Jakarta ke wonosobo menempuh waktu
hampir 12 jam, cukup melelahkan. Sekitar pukul 14.00 WIB kami melakukan
pendakian. Boleh
dibilang pendakian waktu itu ilegal karena memang waktu itu jalur pendakian
gunung prau ditutup. Namun tak mengurungkan niat kami untuk tetap mendaki.
Maki melalui
Jalur Patak Banteng untuk mencapai puncak Prau. Butuh waktu sekitar 4-5 jam
untuk mencapai puncak. Karena pada waktu itu jalur pendakian di tutup kami hanya
mendikrikan tenda bersama 2 kelompok pendaki lainnya. Serasa gunung prau milik
sendiri.Hamparan
pemandangan perumahan penduduk serta perkebunan sayuran menjadi obat lelah dan
penghibur saat kaki tak lagi kuat untuk melangkah ke puncak.
Hari mulai senja. Kami
sampai di puncak prau sebelum adzan magrib. Ketika akan mendirikan tenda, saya
dan teman-teman agak kerepotan. Disebabkan tipuan angin di puncak gunung sangat
kencang. Serta suhu udara sangat dingin sedikit menghambat kerja kami. Bahkan ada
yang kesulitan memegang tali tenda karena tangan ikut gemetaran. Tetapi dengan
saling bahu-membahu tidak berapa lama 3 tenda bisa berdiri. Berkat kerjasama
yang bagus akhirnya kami pun bisa istirahat dan tidur.
Pagi pun datang. Suara burung membangunkan
kami semua. Senyum ceria kami tak sabar untuk melihat keindahan alam dari
gunung prau. walaupun rasa dingin yang menyelimuti, tak mengurungkan niat kami
semua. Segala senjata perlengkapan untuk mengabadikan gambar pun disiapkan. Dan
tak diragukan lagi keindahan yang diberikan oleh gunung prau yang begitu
menakjubkan.
Melihat fenomena alam itu membuat saya dan
yang lain terdiam. Tak ada yang dapat dikatakan selain bersyukur atas ciptaan
Allah SWT yang telah menciptakan keindahan alam yang luar biasa. Suatu anugrah
Tuhan yang harus kita sukuri. Pantas saja ratusan bahkan ribuan orang rela
berdatangan ke puncak Gunung Prau. Tidak hanya pengunjung lokal. Ada juga turis
asing berbaur menikmati keindahan alam itu. Saya pribadi yang baru kali pertama
datang ke puncak Prau merasa terharu dan gembira. Bersyukur masih bisa
menikmati nikmat Allaw SWT yang tiada tara.
Bagi kalian
yang ingin berkunjung untuk mendaki gunung prau. Jangan lupa untuk mengunjungi
juga tempat wisata yang lainnya. Yaitu Danau Telaga Warna, Candi dan mencicipi makan
khas dari wonosobo yaitu Carica. yang tak jauh dari gunung prau.
Salam
lestari!!!
#MSC
0 komentar:
Posting Komentar