Muhammad Sandy Cesaro

Tampilkan postingan dengan label chelsea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chelsea. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

Perbedaan antara Penonton dan Supporter


Kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang perbedaan antara penonton dan supporter.

     Secara bahasa, istilah “penonton” berasal dari awalan pe- dan kata kerja tonton dalam bahasa Indonesia. Awalan pe- dalam hal ini berarti orang yang melakukan pekerjaan sesuai dengan kata kerja. Bila kata kerjanya tonton, maka penonton berarti orang yang menyaksikan suatu pertunjukan atau tontonan.
     
     Sementara itu menurut akar katanya, kata “suporter “ berasal dari kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris to support. Support artinya mendukung, sedangkan akhiran –er menunjukkan pelaku. Jadi suporter dapat diartikan sebagai orang yang memberikan suport atau dukungan.
     
     Dilihat dari kedua pengertian di atas jelaslah apabila antara ‘penonton’ dan ‘suporter’ memiliki makna yang berbeda, terlebih lagi apabila kata tersebut digunakan dalam persepakbolaan. 
     
     Penonton adalah orang yang melihat atau menyaksikan pertandingan sepakbola, sehingga bersifat pasif. Sementara itu suporter adalah orang yang memberikan dukungan, sehinga bersifat aktif. Di lingkungan sepakbola, suporter erat kaitannya dengan dukungan yang dilandasi oleh perasaan cinta dan fanatisme terhadap tim.

Dalam pemakaian awam, kedua kata tersebut seringkali saling mengganti dalam pemaknaannya. 

#MSC
Share:

Minggu, 18 Desember 2016

Roman Abramovich si Raja minyak pemilik Chlesea FC


    
      Biografi Roman Abramovich. Si raja minya rusia ini terlahir dengan nama lengkap Roman Abramovich Arkadyevich yang lahir pada tanggal 24 Oktober tahun 1966 di sebuah keluarga Yahudi di Lithuania. Ibunya, Irina Abramovich Ostrowski, meninggal sebelum Roman berumur dua tahun dan ayahnya, Arkady Abramovich, tewas dalam kecelakaan konstruksi kurang dari dua tahun kemudian. Akibatnya, Roman dibesarkan oleh kakek dari pihak ayah dalam iklim Arktik yang dingin dari kampung halaman mereka di Lithuania. Roman Abramovich belajar di Institut Industri di Ukhta sebelum dia masuk menjadi seorang tentara uni soviet. Setelah kembali dari pelatihan tentara, Abramovich kemudian belajar di Moscow State Auto Transportasi Institut dalam jangka waktu singkat.


     Dan hal ini menjadikan Roman Abramovich sebagai taipan minyak atau raja minyak asal rusia dan tercatat sebagai seorang milyarder baru. Kekayaannya ditaksir Roman Abramovich saat ini 
bernilai US $ 17780000000, memiliki enam belas rumah, tujuh mobil, enam perusahaan, kapal pesiar anti paparazzi, kapal selam pribadi, memiliki dua puluh dua rekening bank dan, tentu saja, ia memiliki Chelsea Football Club.

     Pada tahun 2003 Roman Abramovich membeli Chelsea Football Club di Inggris. Akuisisi ini mengubah strategi pemasaran dari permainan serta kemampuan untuk "membeli" pemain. Karena kekayaan pribadi Abramovich, ia memiliki kemampuan untuk membangun keadaan fasilitas seni dan menawarkan gaji besar untuk pemain untuk bergabung timnya terlepas dari status keuangan dari tim itu sendiri. Akibatnya, tim lain harus mengarahkan kekayaan dalam rangka untuk mengikutinya.
     
     Sejak mengambil alih Chelsea tahun 2003, Roman Abramovich hampir tak berhenti belanja pemain dan bereksperimen. Berapa uang yang telah dikeluarkan sang juragan minyak asal Rusia untuk membiayai semua itu? The Mirror memberitakan Red Roman, demikian Roman Abramovich pernah disebut pers Inggris, telah mengeluarkan lebih £1 miliar, setara Rp 14,2 triliun, sejak mengambil alih Chelsea dari tangan Ken Bates tahun 2003.
Share:

Sabtu, 17 Desember 2016

Siapa itu Roberto Di Matteo?


      Salah satu tokoh pelatih sepakbola yang sedang marak dibicarakan saat ini adalah Roberto Di Matteo. Pelatih berkepala plontos ini semakin berkibar namanya setelah membawa Chelsea mengalahkan Barcelona di pentas semifinal Liga Champion. Membungkam semua prediksi yang menyatakan bahwa Barcelona adalah tim terbaik di dunia saat ini dan bisa mengalahkan Chelsea dengan mudahnya, Chelsea justru membawa panji bendera sepakbola Inggris ini ke final liga Champions.

     Meskipun saat ini Di Matteo baru berstatus sebagai pelatih sementara Chelsea, hal ini tak membuat Di Matteo gentar. Hasil yang lain bias kita lihat di ajang Barclays Premier League dimana Chelsea yang terpuruk di awal musim, saat ditangani oleh Andre Villas Boas kita mulai merangkak naik ke table klasemen dan bersiap menyodok persaingan di empat besar. Pelatih yang mengawali karirnya sebagai Gelandang ini pun diharapkan untuk dapat menjadi pelatih tetap Chelsea, meneruskan kiprah gemilangnya.

     Sebagai pemain professional, Di Matteo memutuskan pension sebagai pemain sejak usia 31 tahun karena cedera patah kaki. Cedera tersebut memaksanya berhenti dari dunia sepakbola untuk sementara sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani karir sebagai pelatih sepakbola.


Biografi Roberto Di Matteo

Nama Lengkap           : Roberto Di Matteo
Tanggal Lahir               : 29 Mei 1970
Tempat Lahir                : Schaffhausen, Swiss
Kebangsaan                : Italy
Tinggi                           : 1,80 m
Posisi Bermain              : Gelandang


Karir Sebagai Pemain Sepakbola Senior
Tahun                           Tim                               Tampil              Gol*
1988 - 1991                   Schaffhausen               50                     2
1991 – 1992                  Zurich                           34                     6
1992 – 1993                  Aarau                          33                     1
1993 – 1996                  Lazio                            87                     7
1996 – 2002                  Chelsea                       119                   15
Total                                                                 323                   31


*Hanya dihitung dari Gol liga domestic


Karir di Tim Nasional
Tahun                           Negara                        Tampil              Gol*
1994 – 1998                  Italia                            34                     2


Karir Kepelatihan
2008 – 2009      Milton Keynes Dons
2009 – 2011      West Bromwich Albion
2011 – 2012      Chelsea ( Assisten Pelatih )
2012 - …….       Chelsea ( Pelatih Sementara )


Selama menjadi pemain dan pelatih sepakbola professional, Di Matteo telah berhasil mengoleksi beberapa trofi. Berikut ini adalah rentetan prestasi DI Matteo selama menjalani karir di dunia sepakbola :


Prestasi Sebagai Pemain
Klub                 Trofi                                    Tahun
FC Aarau         Liga Super Swiss         1992 – 1993
Chelsea           Piala FA                       1196 – 1997
Chelsea           Piala FA                       1999 – 2000
Chelsea           Piala Liga Inggris         1997 – 1998
Chelsea           Piala Winners UEFA     1997 – 1998
Chelsea           Piala Super UEFA         1998
Chelsea           Charity Shield               2000


Prestasi Sebagai Pelatih
Klub                                         Prestasi
West Bromwich Albion             Runner Up Football League Championship 2009-2010

-                                               Pelatih Terbaik Bulanan Liga Premier Inggris, September 2010
Chelsea 2011-2012                 Juara Liga Champions
Share:

6 Jersey yang membuat supporter kecewa "termasuk Chelsea"

Dalam dunia sepakbola, seragam tim yang biasa disebut dengan istilah jersey memang memiliki daya tarik tersendiri. Tidak sedikit para maniak jersey ini membuang uang untuk membeli kostum tim kebanggaan atau kesayangannya dari musim ke musim. Kerena setiap musim atau setiap tahun seragam dari sebuah klub dan timnas sepak bola dunia akan mengalami perubahan desain. Namun, ada beberapa klub dan timnas sepak bola yang mengalami kegagaln dalam menciptaka desain pada jersey kebanggaan mereka. Ingin tahu klub dan timnas sepak bola apa saja yang pernah mengalami kegagal desain pada jersenya? Mari kita lihat.



Kamerun (2002)
Kamerun memakai jersey sleeveless pada pagelaran akbar Piala Dunia Korea-Jepang pada tahun 2002. Jersey tanpa lengan ini mengundang kontroversi dan kasus ini ditangani langsung oleh FIFA dengan memberikan peringatan kepada timnas Kamerun. Nampaknya Kamerun tidak kapok membuat ulah. Setelah itu Kamerun menggunakan one piece jersey dimana jersey tersebut sangat ketat dan terlihat seperti meggunakan kaos dalam saja.


England Goalie (1990-1993)
David Seaman jadi ikon untuk jersey buatan Umbro ini. Dengan motif warna-warninya, Umbro membuat kiper timnas Inggris ini cukup terlihat konyol. Kiper yang mengalami masa-masa jaya di klub Arsenal ini juga makin terlihat aneh dengan potongan rambutnya yang unik dan juga kumisnya yang tebal.


Hull City (1992-1993)
Hull City memang dikenal dengan sebutan The Tigers, tapi nama julukan tersebut tidak seharusnya diadaptasikan di jersey klub mereka. Jersey kandang mereka pada musim 1992-1993 bergaya animal print ini cukup pantas menempatkan Hull City sebagai klub yang pernah memiliki jersey unik, bahkan aneh.


Arsenal (1991)
Klub raksasa Arsenal juga pernah membuat blunder dalam desain jerseynya. Tidak tau bagaimana awal mula jersey ini tercipta, tetapi jersey ini menjadi salah satu jersey terburuk yang dimiliki Arsenal. Tapi uniknya, jersey yang dikenal dengan nama Airbrus Banana ini justru laku keras di pasaran karena keunikannya.


Manchester United (1995)
Alex ferguson cepat menyingkirkan baju abu-abu ini setelah mengklaim pemainnya tidak bisa melihat satu sama lain di dalam pertandingan sepak bola.


Chelsea (1995)
Apakah ini jersey Chelsea? Ya. Jersey Chelsea kali ini tidak menggunakan warna kebanggaannya yang keren yaitu biru. Tetapi, mereka justru menggabungkan warna pink dan abu-abu.
Share:

Jersey baru Chelsea yang dilengkapi fitur sidik jari

Chelsea telah merilis seragam kandang untuk musim 2015-16, 16-7-2015. Selaku sponsor apparel The Blues, Adidas menerapkan fitur sidik jari untuk seragam ini.

Warna biru masih mendominasi seragam kandang 
Chelsea. Turut terukir lis tipis berwarna merah di bagian kerah, lengan, celana dan kaus kaki. Desain ini diklaim mengadaptasi seragam klub pada 1980-an.

Situs resmi chelsea menyebutkan bahwa seragam 2015-16 ini juga menampilkan sesuatu yang unik, yaitu sidik jari yang dianyam di label setiap kaos. Tujuannya yakni menghubungkan suporter dengan identitas klub yang unik. 
Tak ada lagi logo Samsung di bagian dada. Sebagai gantinya, Chelsea menyertakan logo Yokohama Rubber yang menjadi sponsor utama untuk lima tahun ke depan.


Beberapa bintang The Blues seperti Diego Costa, John Terry, Eden Hazard dan Oscar tampil dalam video peluncuran seragam kandang kali ini.


Seragam ini bakal diperkenalkan secara resmi di Harlem, New York City, Juli 2015. Chelsea akan menggunakan Jersey ini pertama kali pada pramusim di Amerika menghadapi New York Red Bulls.

#KTBFFH

Share:

Sejarah berdirinya Stadion STAMFORD BRIDGE





SEJARAH STAMFORD BRIDGE
     Siapa yang tak mengenal Stadion Stamford Bridge? disini kita akan mengetahui sejarah panjang berdirinya Stamford Bridge.
     Ketika diresmikan pada 28 April 1877, Stamford Bridge merupakan stadion yang khusus digunakan untuk menggelar perlombaan atletik. Adalah Gus Mears dan saudaranya, Joseph yang berambisi mengubah fungsi stadion ini menjadi lapangan sepak bola. Dengan tujuan ingin membangun lapangan sepakbola Gus Mears dan saudara lelakinya, Joseph, membeli sebuah lahan seluas 51.000 m2 tersebut pada 1904. Keluarga Mears menunjuk seorang arsitek bernama Archibald Leitch untuk mendesain sebuah stadion yang megah. Mengingat lahan tersebut masih termasuk ke wilayah Fulham, keluarga Mears mencoba menjual desain stadion itu kepada klub sepak bola Fulham. Tapi tawaran mereka ditolak mentah-mentah. Merasa tersinggung, pemilik tanah memutuskan untuk mendirikan klub sepak bola sendiri guna menempati stadion yang lantas disebut STAMFORD BRIDGE tersebut.
     Lalu, dari mana asal nama Stamford Bridge? Berdasarkan peta abad 18, terdapat sebuah sungai kecil di arena pembangunan stadion. Sungai tersebut mengalir ke arah Sungai Thames. Di bagian sungai yang memotong Fulham Road terdapat sebuah jembatan bernama SANFORD BRIDGE. Sementara itu, bagian sungai yang memotong Kings Road terdapat STANBRIDGE. Digabungkan menjadi STANFORD BRIDGE dan berevolusi menjadi STAMFORD BRIDGE. Ketika pertama kali diresmikan Stamford Bridge hanya mampu menampung sekitar 100.000 penonton. Setelah mengalami beberapa kali renovasi, stadion itu kini berkapasitas 41.841 tempat duduk.
     Perombakan pertama dilakukan pada 1930. Sebuah tribun penonton dibangun di bagian selatan untuk menampung lebih banyak penonton. Hanya sebagian dari area ini yang memiliki atap dan lantas dikenal sebagai The Shed End. Sebagai catatan hingga kini The Shed End merupakan tempat favorit para suporter fanatik Chelsea. Di area ini pula tempat bercokol penonton paling heboh, paling ribut dan paling gila.

     Pada 1964 hingga 1965, pihak klub membangun tribun barat yang baru guna menggantikan tempat duduk yang sudah ada. Tahun 1973 giliran tribun timur yang mengalami perbaikan total. Selama 15 tahun terakhir, Stamford abaridgr terus diperbaiki. Sejak 2005, stadion tersebut juga dilengkapi Centernary Museum. Sementara itu, sebuah megastore dibangun di bagian barat stadion. Di bawah kekuasaan Roman Abramovich Chelsea pun berencana memperluas Stamford Bridge hingga 55.000 tempat duduk. Sayang, letaknya yang berada di dekat jalan utama kota London plus dua jalur kereta api membuat rencana itu sulit terwujud.
Milik Suporter.
Ketika mengalami kebangkrutan pada akhir 70-an, Chelsea memutuskan melego Stamford Bridge ke pihak pengembang. Uang dari hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar hutang klub.
Hak kepemilikan kembali diperjuangkan di era kepemimpinan Ken Bates,
Pada 1992, Chelsea punya hak penuh atas Stamford Bridge. Namun saat ini, Chelsea Pitch Owners (CPO) yang punya hak kepemilikan atas Stamford Bridge dan penggunaan nama Chelsea Fc. Sebagai catatan, CPO merupakan organisasi nirlaba yang sahamnya dipegang para pendukung setia The Blues.
Pembentukan CPO bukan tanpa tujuan. Organisasi ini diharapkan bisa menjamin pihak klub untuk tidak lagi menjual Stamford Bridge ketika mengalami krisis keuangan. Artinya ketika klub memutuskan untuk hijrah ke stadion lain, mereka dilarang menggunakan nama Chelsea FC lagi.


Demikianlah ulasan singkat dari sejarah berdirinya Stamford Bridge. semoga dapat memperluas pengetahuan anda. #KTBFFH
Share:

Mengenal lebih dekat Jose Mourinho



Jose Mario Dos Santos Mourinho Felix adalah nama lengkap dari salah satu pelatih terbaik di dunia Asisten Pelatih. Pria kelahiran Porugal, 26 January 1963 memiliki juluka "The Special One" yang diartikan sebagai pelatih yang spesial dan dapat membawa klub yang ia tangani memenangi juara Liga/EropaMari kita lihat sejarah singkat dari Jose Mourinho dalam karir sepak bola maupun sebagai pelatih.

Karir Pemain Sepak Bola
Pelatih asal portugal kelahiran 26 January 1963 ini ternyata sempat aktif bermain sebagai pemain sepak bola, ia menggeluti karir olahraga ini pada tahun 1980 silam, dimana saat itu ia menjadi seorang gelandang tengah, sempat membela beberapa klub di Portugal seperti Rio Ave, Belenenses, dan Sesimbra. Mou sapaan akrabnya sukses mencetak 13 gol sepanjang karirnya bermain sepak bola.

Karir Sebagai Asisten Pelatih dan Pelatih

Asisten Pelatih
Mou sebenarnya mengawali karirnya sebagai asisten pelatih, ia memulai profesi itu sejak tahun 1992 silam, ketika itu ia menjadi asisten pelatih dari Sporting CP, Kemudian di tahun 1993 hingga tahun 1996 ia menjadi asisten dari pelatih FC Porto, dan di Tahun 1996 hingga 2000 ia menjadi asisten dari pelatih Barcelona yang mana pada masa itu barca berada dibawah kepelatihan Louis Van Gaal.

Pelatih
Jose Mourinho baru memulai karirnya sebagai pelatih di tahun 2000, ia menjadi pelatih untuk klub benfica FC, dan kemudian lanjut di tahun 2001 ia menjadi pelatih dari klub União de Leiria. Setahun kemudian, akhirnya pelatih asal portugal ini menunggangi FC Porto, dan disinilah awal mula masa keemasan Mourinho.
Bersama FC Porto, Mou berhasil mempersembahkan Trebble Winner di tahun 2004 salah satu piala paling bergengsi yaitu Liga Champions berhasil didapatkan anak asuh mou di Porto.
Di tahun 2004, Chelsea sebagai klub papan atas liga inggris memutuskan untuk menggaet mou dari Porto, di klub ini ia memang berhasil mempersembahkan beberapa gelar termasuk gelar juara EPL, sayang gelar liga champions masih belum bisa ia dapatkan.
Tahun 2007 akhirnya mourinho memutuskan untuk istirahat dari karirnya sebagai pelatih sepak bola, dan setelah itu di tahun 2008 ia kembali aktif dengan melatih FC internazionale. Di musim ketiga nya sebagai pelatih inter mou berhasil mempersembahkan gelar Trebble Winner kepada Inter, yaitu Gelar Serie A Italia, Coppa Italia dan Juara Liga Champions.
Di tahun itu juga, Mou pindah melatih Real Madrid, namun sayangnya karirnya di real madrid tak seberntung karirnya di Inter Milan, di musim ketiganya, ia tidak bisa mendatangkan satu gelar pun kepada madrid, hingga akhirnya ia didepak dari Santiago Bernabeu dan kembali melatih The Blues Chelsea.
Dan saat ini ia membangun dinasti besar dalam tim Manchester United untuk mengantarkan MU menjuarai Premier League bersama pemain top dunia seperti Paul Pogba dan Zlatan Ibramovic.
Share:

Minggu, 11 Desember 2016

Sejarah 95 point Chelsea di Premier League yang hingga kini belum terpecahkan


Ada ekspektasi yang hebat ketika seorang juara Eropa dan sosok yang mengklaim dirinya 'Special One', Jose Mourinho, ditunjuk menjadi manajer menyusul kepergian Claudio Ranieri. Segalanya diawali dengan baik dengan kemenangan 1-0 atas rival perburuan gelar juara, Manchester United, di Stamford Bridge, dan pada pertengahan Oktober, kami seimbang dengan sang juara bertahan, Arsenal, yang belum terkalahkan.
Sebuah penalti Nicolas Anelka di kandang Manchester City membuat kami kalah untuk pertama kali dan satu-satunya tetapi kami mampu bangkit dengan enam kemenangan beruntun, dan membuat kami unggul dua poin di akhir November.
Kami berkunjung ke Highbury dan dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk mendapatkan satu poin berkat gol-gol dari kapten baru kami, John Terry, dan Eidur Gudjohnsen, dan sebuah kemenangan di Hari Tahun Baru di Anfield membuat kami unggul lima poin.
Kemenangan di White Hart Lane di hari ketika Arsenal terpeleset di Bolton dan sebuah kemenangan tipis di kandang Blackburn, di mana tercipta gol cepat Robben dan penyelamatan penalti dari Petr Cech memberikan kami tiga poin, memberikan harapan bahwa musim itu mungkin akan menjadi musimnya Chelsea.
Norwich sempat menakuti juara baru Piala Carling ini ketika mereka menyamakan kedudukan di Carrow Road, tetapi gol di akhir pertandingan dari Mateja Kezman dan Ricardo Carvalho menenangkan kami, apalagi di saat yang sama Man United hanya meraih hasil seri di Crystal Palace, dan setelah mengeliminasi Barcelona dari Liga Champions, kami berada di puncak dengan keunggulan 13 poin di awal April. Tidak ada yang bisa menghentikan Mourinho untuk memenangkan gelar juara liga pertama Chelsea dalam 50 tahun.
Hasil seri melawan Birmingham dan Arsenal memberikan sedikit keraguan, tetapi kami menyambangi Bolton pada 30 April dengan mengetahui bahwa hasil seri akan memberikan kami gelar juara. Dua gol Frank Lampard, dan membuatnya mengantongi 20 gol, memastikan hal itu.
Sang pahlawan yang tak banyak disebutkan, Claude Makelele, mencetak satu-satunya gol setelah gagal mengeksekusi penalti saat kami merayakan gelar juara di The Bridge, dan gol Tiago dari jarak 35 yard membuat kami mengalahkan United di Old Trafford.
Recor pun diciptakan. 95 poin yang kami raih dan catatan kebobolan hanya 15 gol masih belum terpecahkan hingga hari ini. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengulangi capaian itu pada 2006.


Share:

Juara Premier League : 2014/2015


Chelsea kembali menjadi juara!
Pasukan Jose Mourinho terus memuncaki klasemen sejak awal musim dan menyegel gelar juara saat masih menyisakan tiga laga di tangan setelah menang 1-0 atas Crystal Palace di Stamford Bridge.
The Blues mengawali musim ini dengan empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan dramatis 6-3 dan 4-2 dengan Everton dan Swansea berturut-turut. Kekalahan pertama kita tiba di bulan Desember, di Newcastle, namun kita berhasil mengalahkan Arsenal, Liverpool, dan Tottenham.
Juara bertahan Man City terus menguntit kita sejak awak Januari namun respon para pemain sangat luar biasa. Di 15 laga berikutnya, kita meraih 11 kemenangan dan empat imbang sehingga membuat the Blues unggul 16 poin di puncak klasemen.
Gelar juara ini merupakan hasil kerja keras tim, meski enam pemain Chelsea Branislav Ivanovic, Gary Cahill, John Terry, Nemanja Matic, Eden Hazard, dan Diego Costa masuk ke dalam pilihan PFA Team of the Year. Hazard malah menerima penghargaan utama di Inggris.
Pemain lainnya pun tak kalah cemerlang, Thibaut Courtois di bawah gawang, Cesc Fabregas di lapangan tengah, sementara Cesar Azpilicueta sangat bisa diandalkan. Willian, Oscar, Loic Remy dan Didier Drogba selalu menjadi  tumpu serangan yang selalu memberikan ancaman bagi lawan.
Kualitas permainan yang ditampilkan, terutama di paruh pertama musim, merupakan kualitas terbaik yang pernah dilihat di Stamford Bridge. Dengan penampilan seperti ini, Mourinho beserta para pemainnya layak mendapatkan Tropy Premier League 2014/2015. 
KEEP THE BLUE FLAG FLYING HIGH...


Share:

Beberpa transfer pemain "MAHAL" yang gagal di Chelsea



Pada kali ini saya akan sedikit mengoreksi beberapa transfer gagal Chelsea di era Roman Abramovich dan para petinggi di Stamford Bridge kerap secara tidak masuk akal menghargai seorang pemain melebihi nilai sebenarnya, atau dari kontribusi minim yang mereka berikan selama berseragam The Blues Chelsea. Namun, dalam beberapa kesempatan lainnya The Blues juga bisa mendapatkan berlian berharga semacam Michael Ballack, Gianluca Vialli, dan Ruud Gullit yang bisa didapatkan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.
Berikut adalah nama-nama yang pernah menjalani karier bak mimpi buruk di Stamford Bridge.

1. Adrian Mutu
Tak akan ada yang memprotes pembelian Adrian Mutu yang senilai £15,8 juta sampai dia menciptakan terlalu banyak masalah di Stamford Bridge. 
Dibeli pada 2003 dari Parma, Mutu tampil menjanjikan di awalnya, di mana tiga gol dalam empat laga tampak membenarkan harga mahalnya saat itu. Tapi ia kemudian hanya mencetak tujuh gol tambahan di 32 laga selanjutnya dan tag harganya pun mulai dipertanyakan.
Kemudian, masalah profesionalisme mulai menjangkiti pria asal Rumania ini saat ia dituduh berpura-pura cedera ketika diminta memperkuat negaranya pada 2004 dan membuat manajer baru saat itu, Jose Mourinho, merasa terpojok. Konflik Mutu di Chelsea menyentuh titik puncaknya saat ia gagal dalam tes penggunaan obat-obatan di mana ia ketahuan positif mengonsumsi kokain. 
Chelsea bertindak cepat dengan memutus kontrak Mutu pada Oktober 2004 dan FA memberikan skorsing tujuh bulan padanya. Pada musim dingin 2005 ia hengkang ke Juventus secara bebas transfer dengan menanggung tuntutan sebesar 16 juta pound dari The Blues. 
Ia sukses membawa Juventus juara selama dua musim beruntun, yang sayangnya kemudian dicopot karena skandal calciopoli. 
Ia melanjutkan karier di Fiorentina selama lima musim (2006-2011), lalu menuju Cesena, Ajaccio, Petrolul Ploiesti, sebelum menikmati satu tahun di Indian Super League bersama Pune City pada 2015. Ia lalu kembali ke Rumania untuk memperkuat ASA Targu Mures. 

2. Shaun Wright-Phillips 
Shaun Wright-Phillips merupakan salah satu pemain Inggris yang dulunya digadang-gadang bakal sukses di usia muda. Setelah dimainkan sebagai wing-back oleh Kevin Keegan di Manchester City, permainan SWP menarik perhatian Chelsea dan mereka memutuskan untuk membelinya pada 2005 dengan harga £21 juta. 
Sayangnya, harga setinggi itu tak bisa dibalas dengan performa menawan. Pemain kelahiran 25 Oktober 1981 itu total bermain sebanyak 124 kali dan mencetak 10 gol selama tiga musim. Kesempatan bermain yang didapatkannya memang tergolong banyak untuk dikatakan sebagai transfer gagal, tapi level performanya tak seperti yang diharapkan. Ia kembali memperkuat Manchester City pada 2008 hingga 2011.
Ia menikmati empat musim yang biasa-biasa saja dengan QPR sebelum akhirnya mendarat di MLS (Amerika Serikat) bersama New York Red Bull sejak 2015. Kinerja yang tak memuaskan di Chelsea juga membuat keempatan SWP di timnas Inggris cukup terbatas. Ia total hanya tampil sebanyak 36 kali dari rentang 2004 hingga 2010. 

3. Juan Sebastian Veron 
Chelsea di awal kepemilikan Roman Abramovich jelas bukan klub yang bisa belajar dari kegagalan rivalnya. Mereka memutuskan membeli gelandang Argentina, Juan Sebastian Veron dari Manchester United setelah hanya tampil sebanyak 51 kali dalam dua musim pada 2003. The Blues membayar £15 juta kepada United dengan harapan Veron bisa mengembalikan nama besarnya di Stamford Bridge. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. 
Veron sepertinya tidak berjodoh dengan karier yang gemilang di Inggris. Ia hanya bermain sebanyak tujuh kali di Chelsea dan Jose Mourinho bahkan tak sedikit pun memberinya kesempatan untuk masuk skuatnya. Ia menjalani masa peminjaman selama dua musim di Inter dan semusim di klub masa mudanya, Estudiantes, pada 2006 sebelum statusnya dipermanenkan. 
Ia menjalani empat musim di sana, mempersembahkan dua trofi Apertura dan satu gelar Copa Libertadores meski kontribusinya tak terlalu besar untuk pencapaian trofi yang disebutkan pertama. 
Pada 2012 ia menikmati satu periode singkat bersama Brandsen sebelum kembali ke Estudiantes sebagai Direktur Olahraga yang bekerja tanpa menerima bayaran.

4. Andriy Shevchenko  
Performa Didier Drogba yang tidak terlalu produktif di dua musim pertamanya sejak dibeli dari Marseille pada 2004 membuat petinggi Chelsea, dan tentunya Roman Abramovich, akhirnya mendatangkan Andriy Shevchenko. 
Sheva, dengan kesuksesan yang telah diraihnya bersama AC Milan boleh dipandang sebagai proyek ambisius ketimbang kebijakan transfer yang melibatkan hubungan pertemanan dengan Roman Abramovich. Namun, pamornya sebagai striker produktif yang berbahaya di Milan tak membuat Jose Mourinho bergeming. Bagi The Special One, Drogba adalah striker utama timnya dan ironisnya striker Pantai Gading itu justru sukses menjadi top skorer Premier League di musim pertama kedatangan Sheva. 
Setelah bermain 51 kali dan mencetak 14 gol di musim pertamanya di London, kesempatan bermain Sheva kian menyusut hingga separuhnya di musim berikutnya. Hengkangnya Mourinho di awal musim sama sekali tak mengubah peruntungan pria asal Ukraina ini. 
Ia kemudian dipinjamkan ke AC Milan pada 2008 selama semusim sebelum kembali ke Chelsea lagi untuk bermain satu laga dan dijual ke Dynamo Kyiv pada 28 Agustus 2009. Padahal Carlo Ancelotti yang saat itu menjadi manajer baru The Blues adalah mantan pelatih Sheva di Milan pada periode tersukses dalam kariernya. 
Sheva pensiun pada 2012 untuk terjun ke dunia politik, namun usai gelaran Euro 2016, pria kelahiran 29 September 1976 ini diresmikan sebagai pelatih tim nasional Ukraina. 

5. Fernando Torres 
Tak ada transfer yang jauh lebih mengejutkan hingga saat ini di Premier League ketimbang cerita kepindahan Fernando Torres dari Liverpool ke Chelsea pada Januari 2011. Efek kejut yang dirasakan tak berhenti pada nilai transfer sebesar £50 juta, juga bahwa rivalitas kedua tim yang memanas sejak awal 2000an membuat kepindahan Torres seperti sebuah pengkhianatan, tapi juga fakta bahwa Torres membutuhkan empat bulan untuk menceploskan gol pertamanya untuk The Blues. Gol itu bersarang ke gawang West Ham pada April 2011, dan menjadi satu-satunya gol di enam bulan pertamanya. 
Menjalani musim penuh pertamanya, paceklik gol masih dialami Torres. Ia tak lagi ganas menakut-nakuti bek lawan dan cenderung mudah melepas peluang bagus di depan mata. Kritikan deras meluncur, tapi satu momen tak terlupakan membuatnya mendapatkan maaf dari sebagian besar suporter Chelsea. 
Golnya ke gawang Barcelona di semifinal Liga Champions 2011/12 adalah gol yang mengamankan tiket final kedua The Blues di ajang bergengsi tersebut. Sebenarnya dengan skor tertinggal 2-1 Chelsea tetap akan bisa lolos ke final mengingat mereka sudah menang 1-0 di leg pertama. Tapi, dengan serangan para pemain Barcelona terus menghujam pertahanan The Blues, gol Torres yang tercipta jelang laga usai jelas menghabisi peluang Barcelona dan menciptakan histeria di kalangan suporter Chelsea. 
Chelsea kemudian memenangkan trofi Liga Champions pertama mereka, dan Torres, meski hanya menjadi pemain pengganti di babak final yang berlanjut hingga adu penalti tersebut, adalah salah satu pahlawan yang tak akan dilupakan pendukung The Blues. Setahun berselang ia mencetak gol di final Europa League dan menggondol medali Eropa keduanya di level klub. 
Pada musim 2014/15, Jose Mourinho yang melakukan perombakan total di lini depan timnya memutuskan meminjamkan Torres ke AC Milan selama semusim sebelum statusnya dipermanenkan. Ia kemudian dipinjamkan ke Atletico Madrid pada 2015/16 dan klub asalnya itu memutuskan untuk membelinya setelah kontribusinya yang cukup memuaskan. Ia membawa Atletico ke final Liga Champions di musim tersebut, tapi kalah lewat adu penalti dari Real MadridSelama memperkuat Chelsea, Torres berhasil mencetak 45 gol dari 172 penampilan

Share:

Artikel Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Kritik dan Saran